Together Till Jannah. Kerana kehidupan ini sementara…..

Thursday, 27 March 2014

Sesungguhnya Tuhanmu Sedang Mengawasi

Bismillahirrahmanirrahim


Khamis
25 JamadilAwwal 1435

Baru-baru ini ayah kerap mengulang bacaan merdu Surah Al-Fajr. Nak dihafaz katanya. Alhamdulillah.

Dengan izin Allah pabila kita putarkan ayat-ayat suci DVD al-Quran, bacaan berserta ayat dan terjemahan, tamparan demi tamparan terasa pada diri ini. Betapa lalainya ummi. Betapa kurangnya amal soleh. Betapa banyaknya dosa. Sedangkan kematian itu terlalu hampir. Sedangkan amalan terlalu sedikit. Dosa terlalu banyak. Sejuta alasan dicari, diberi bila datang bab amalan, ibadah, ilmu, muhasabah dan lain-lain persiapan untuk ke alam baqa', ke akhirat. 

Jujurnya kita tak pernah merasa sama. Pernahkah kita terfikir untuk mempersiapkan diri menuju ke alam akhirat, sama dengan persiapan kita untuk balik kampung misalnya, atau persiapan nak kenduri kendara, atau seperti persiapan atau untuk ke haji? Lebih terperincinya seperti, berapa helai baju nak dibawa, kalau sejuk sediakan selimut, baju sejuk, urusan dokumentasinya, wang saku dan sebagainya. Persiapan ke akhirat seperti satu perkara yang kita asingkan dari kehidupan. Seringkali disibukkan dengan segala macam hal urusan duniawi yang kadangkala ada di antaranya tiada berkaitan langsung dengan akhirat. 

Ampunkan kami ya Allah.

Berbalik kepada surah al-fajr tadi. Bila ummi baca bait demi bait maksud surah tersebut, terdapat sejuta rasa bergabung dalam hati ini. Jom kita baca sama-sama dulu :-

089 Terjemahan Al Fajr

1. Demi fajar,
2. Dan malam yang sepuluh[1572],
3. Dan yang genap dan yang ganjil,
4. Dan malam bila berlalu.
5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573],
8. Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
9. Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],
10. Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
11. Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12. Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
13. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
14. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
17. Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
19. Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20. Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
21. Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
22. Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.
23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".
25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577].
26. Dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

[1572] malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
[1573] Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
[1574] lembah Ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.
[1575] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[1576] yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
[1577] Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

Pengajaran Pertama - Kerosakan dalam Negeri*

- Di kala kita berbangga dengan bangunan pencakar langit seperti KLCC, twin tower dan sebagainya, dengan teknologi yang canggih manggih, Kaum Ad, kaum Tsamud dahulu telah pun maju dengan cara yang lebih canggih dari gambaran kita. Mereka pun membina bangunan tinggi, memotong batu2 besar yang ummi rasa teknologi sekarang pun tak tercapai akal nak terangkan, contohnya bagaimana hendak membina piramid. 

- Dan mereka berlaku sewenang-wenangnya (tidak mengguna hukum dan garis panduan Allah), membuat pelbagai kerosakan dalam negeri. Cuba kita muhasabah balik, kita tengok negara kita. Bagaimana kemaksiatan dibiarkan bermaharajalela. Kilang arak, kelab-kelab, konsert-konsert dan perjudian diberikan lesen beroperasi. Bukankah ini semua adalah kerosakan?

- Setelah berlaku kemajuan, kerosakan maka seterusnya Allah menimpakan kepada mereka cemeti azab, Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. Allah. Sesungguhnya Allah benar-benar mengawasi. Kita. 24jam. *nangis*. Pengawasan Allah adalah meluas, dari sekecil2 maksiat individu, hingga sebesar-besar penyalahguna kuasa pihak atasan. Cerita kaum Ad dan Tsamud ini pun adalah cerita sebuah negara. 

Pengajaran Kedua - Kehidupan Senang dan Susah*

- Bila kita senang dengan segala kemewahan hidup, kita rasa Allah muliakan kita.

- Bila tiba-tiba kesenangan itu diganti dengan kesusahan, kita rasa Allah hina kita.

- Sedangkan kedua-duanya adalah ujian Allah untuk melihat keadaan hambaNya. 

- Dan keadaan demikian terjadi kerana:- 
   1. Kita tidak memuliakan anak yatim
   2. Kita tidak memberi makan orang miskin
   3. Kita menyalahguna harta pusaka (berebut tanah, bercakaran sesama saudara, menidakkan hak yang 
       sah).
   4. Serta kita mencintai kekayaan dunia lebih dari yang lain. Bak kata orang putih, money is everything, kita pun turut sama mengagungkan duit dan kekayaan. Memandang tinggi orang kaya. Membesarkan orang berpangkat.

- Allah pesan, jangan berbuat demikian. Sayangnya Allah kepada kita, dia dah tahu kita ni bagaimana maka Dia berpesan, jangan kita berbuat demikian. 

- Kerana pabila terjadinya Akhirat, bila mana Allah datang bersama malaikatNya dalam barisan, ketika itu kita akan menyesal. Menyesal kerana kita bersikap demikian tatkala Allah telah pun memberi peringatan dengan kasih sayangNya. Namun, adakah penyesalan kita berguna ketika itu?

Pengajaran Ketiga - Jiwa yang Tenang*

89:27


Hai  jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan puas lagi diredhaiNya.

Sungguh ummi tak tertahan gelora jiwa setiap kali ayat ini di ulang. Jiwa yang tenang ini diseru oleh Allah! MasyaAllah.. Diseru masuk kedalam syurgaNya yang hebat, dalam keadaan diredhai. Dalam keadaan puas hati. 

Apa yang jiwa tenang ini perbuat di dunia sehingga diseru masuk ke syurga dengan kalimah yang sebegini indah? Allahu Akbar...

Sebak terasa mengenang nasib diri. 

Apa yang ummi ada sekarang adalah usaha ummi perbaiki diri, usaha ummi menjaga hak-hak Allah, usaha ummi sedaya mungkin menjaga pemakanan yang halal dan baik ("Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya" (80:24)), usaha ummi bersama-sama ayah mendidik anak-anak soleh ummi Amir Hamzah dan Aliff Hakim moga mereka ini kelak bakal menjadi pejuang agama Allah, para hafiz yang bertaqwa. Agar ada sedikit penolong di akhirat kelak, di samping syafaat kekasih kita Rasulullah S.A.W. 

Maka apa lagi yang kita kejarkan di dunia yang sudah uzur ini?




Ni bacaan yang diulang dengar. Paling sayu bila sampai ayat, "Wahai jiwa yang tenang" itu.

P/S : * Adalah pengajaran dari ummi yang cetek ilmunya. Ditafsirkan terus dari pemerhatian ayat. Sila tegur jika ada kekhilafan ya.

3 comments:

humble.yat said...

saya pun rasa sebak membaca kak..terima kasih banyak2 atas perkongsian ni..:-)

humble.yat said...

saya pun rasa sebak membaca kak..terima kasih banyak2 atas perkongsian ni..:-)

All about a journal said...

InsyaAllah yati..sama-sama kita ingat memperingati. kerana hidup ini terlalu singkat..
T_T